Pembuatan LAN Wireless 24 GHz

•March 11, 2009 • Leave a Comment

PEMBUATAN WIRELESS LAN HARGA TERJANGKAU DAN SERVIS MEMUASKAN

Harga Call

MELIPUTI SETTING LAN, SETTING KONEKSI INTERNET, MAINTENANCE  DLL.


INSTALASI WARNET

•March 11, 2009 • Leave a Comment

PEMBUATAN WARNET DENGAN HARGA TERJANGKAU DAN SERVIS MEMUASKAN

PAKET MURAH 5 PC=12, 5JT; 6PC=14, 5JT; 7PC=16, 5JT; 8PC=18, 5JT; 9PC=20, 5JT; 10PC=22, 5JT

MELIPUTI PENGURUSAN IZIN, SETTING LAN, SETTING KONEKSI INTERNET, INSTALASI PROGRAM APLIKASI, BILLING, ANTI VIRUS DLL.


Aplikasi perpustakaan

•March 11, 2009 • 2 Comments

Apliksi Perpustakaan  adalah sistem yang berfungsi untuk pengolahan data perpustakaan dari stok buku-buku yang tersedia,  pengunjung sampai yang melakukan peminjaman dan pengembalian buku yang dipinjam. Sistem ini bersifat client-server karena menggunakan database MySQL sehingga untuk mengembangan jaringan akan lebih mudah untuk diimplementasikan.

Dengan menggunakan sistem aplikasi ini kemudahan proses pengelolaan data perpustakaan  dan pengontrolannya akan lebih mudah. Setiap  data stok buku,pengunjung dan  peminjam.

Maksud Dan Tujuan
1. Meningkatkan layanan perpustakaan kepada siswa, guru maupun pegawai sekolah
2. Membantu memonitoring pengelolaan perpustakaan
3. Membantu membuat laporan perpustakaan setiap jangka waktu tertentu
4. Meningkatkan proses pengelolaan perpustakaan.

Manfaat Bagi Sekolah
1. Mendapatkan Laporan yang komprehensif tentang penglolaan perpustakaan
2. Memudahkan pegawai perpustakaan dalam mencari data-data buku, peminjaman,
pengembalian buku maupun dalam pengelolaan perpustakaan yang lainnya.
3. Menyajikan informasi yang dibutuhkan sekolah tentang perpustakaan yang telah
ada secara cepat dan akurat.
4. Terhindar dari kehilangan data buku, data anggota data peminjaman buku.

APLIKASI PERPUSTAKAAN

· Modul Data Anggota, digunakan untuk mengelola data anggota perpustakaan. Dari input, mengubah serta menghapus data anggota
perpustakaan.
· Modul Data Buku dan Inventaris, digunakan untuk mengelola data buku serta data barang inventaris yang dimiliki dan diperoleh perpustakaan
yang meliputi
input, mengubah, menghapus, mencari serta dapat menampilkan katalog buku yang dimiliki perpustakaan.
· Modul Peminjaman dan Pengembalian, digunakan untuk mengelola transaksi dari perpustakaan dari peminjaman serta pengembalian buku.
· Modul Report/Laporan, digunakan untuk menampilkan laporan peminjaman, data buku yang telah dikembalikan serta data barang inventaris
yang menjadibahan pustaka.
· Modul Administration User, digunakan utnuk mengelola data user yang diizinkan untuk mengakses aplikasi ini dari menambahkan user dan
menghapus data user yang hanya dapat dilakukan menggunakan akses admin serta mengubah data user.
· Modul Setting dan Referensi, digunakan untuk pengaturan kebijakan yang dimiliki oleh perpustakaan dari lama peminjaman, denda
keterlambatan pengembalian, referensi letak buku, referensi kelas dan jurusan dari anggota perpustakaan.

Spesifikasi dan Konfigurasi Sistem
Spesifikasi aplikasi Perpustakaan :
· Desktop Application with Java Language (JDK dan JRE)
· Database PostgreSQL
· Operating Sistem : Windows (98/2000/XP/Vista) atau Linux + Xwindows.

Untuk mengoptimalkan sistem yang dipakai, perlu didukung dengan teknologi yang
handal dan perangkat keras yang memadai dengan spesifikasi komputer minimal :
· RAM 256 MB
· Harddisk 40 GB
· Screen Resolusi Monitor 1024 x 768
· Pheriperal utama (CPU, Monitor, Keyboard, Mouse), pendukung (printer)

Biaya :

Paket I :

  • Pembuatan Software Aplikasi
  • Modul Panduan Pengoperasian
  • Rp. 2.500.000,-

Paket II :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Java Dasar (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 3.000.00,-

Paket III :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Javai Dasar (8 X Pertemuan)
  • Langkah Pembuatan Program Aplikasi (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 3.500.00,-

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU (SIM PSB)

•March 11, 2009 • 8 Comments

Sistem Informasi Penerimaan siswa Baru (SIM PSB) adalah sistem yang berfungsi untuk pengolahan data calon siswa baik tamu pengunjung, calon siswa daftar, serta calon siswa yang melakukan registrasi. Sistem ini bersifat client-server karena menggunakan database MySQL sehingga untuk mengembangan jaringan akan lebih mudah untuk diimplementasikan.

Dengan menggunakan sistem aplikasi ini kemudahan proses pengelolaan data calon siswa baru dan pengontrolannya akan lebih mudah. Setiap jurusan dapat mengetahui keadaan data pengunjung, daftar, dan registrasi berdasarkan jurusannya.

Fasilitas yang dimiliki :

1. Company Profile
Company Profile adalah gambaran singkat instansi / perguruan tinggi yang menggunakan sistem informasi ini. Company profile berisi gambaran singkat sejarah instansi, susunan pengurus, jurusan/program studi, akreditasi, dan lain-lain

2. Data Calon siswa /pengunjung
Fasilitas ini digunakan ketika calon siswa baru datang , sehingga kondisi siswa yang datang berkunjung dapat secara real time diketahui. Fasilitas ini juga digunakan untuk proses pelaporan kepada unit atau bagian yang bertanggunggung jawab melaksanakan Penerimaan siswa Baru (PSB).

3. Proses Pembuatan Kwitansi
Fasilitas yang disediakan untuk pembuatan kwitansi pendaftaran calon siswa baru. Dengan menggunakan fasilitas ini proses pembuatan kwitansi secara manual dapat di minimalisir.

gambar di bawah merupakan contoh kwitansi pendaftaran calon siswa baru yang langsung dapat dicetak dan diserahkan kepada calon siswa baru.

4. Laporan Pengunjung /tamu
Fasilitas ini digunakan untuk mengetahui keadaan pengunjung berdasarkan hari/tanggal, jurusan/program studi, status pendaftaran, dsb sehingga proses pelaporan kepada pimpinan akan lebih mudah untuk dilakukan. Selain kelebihan tersebut kebutuhan pada kertas untuk arsip akan lebih dapat diminimalisir karena data sudah terkomputerisasi.

5. Laporan Registrasi siswa Baru
Fasilitas ini disediakan untuk proses pencatatan dan pembuatan kwitansi calon siswa yang melakukan registrasi. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan persyatan keuangan calon siswa baru baik yang sudah lunas ataupun yang masih menunggak.

gambar dibawah merupakan contoh kwitansi registrasi calon siswa baru yang secara langsung dapat di print dan serahkan kepada calon siswa baru.

6. Pencarian data
Fasilitas ini disediakan untuk mempermudah user atau pengguna ketika akan melakukan proses pencarian data. Proses pencarianpun dapat dilakukan dengan berbagai metode atau cara misalnya pencarian data calon siswa berdasarkan nomor pendaftaran, nama calon siswa, berdasarkan kabupaten/kota asal, berdasarkan tanggal kunjungan atau berdasarkan sumber informasi instansi.

Biaya :

Paket I :

  • Pembuatan Software Aplikasi
  • Modul Panduan Pengoperasian
  • Rp. 2.500.000,-

Paket II :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Java Dasar (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 3.000.00,-

Paket III :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Javai Dasar (8 X Pertemuan)
  • Langkah Pembuatan Program Aplikasi (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 3.500.00,-

Sistem Informasi Pembayaran Uang Sekolah

•March 11, 2009 • 3 Comments

istem Informasi Pembayaran Uang Sekolah(SPUS) adalah sebuah perangkat lunak berbasis desktop yang bermanfaat untuk membantu proses pembayaran uang sekolah. SPUS digunakan dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas komputer pada suatu sekolahl, baik untuk proses pembayaran, mencatat uang sekolah, membuat laporan uang spp dan bangunan, serta membuat laporan tunggakan.

Dengan adanya program ini, diharapkan proses pembayaran uang sekolah pada sekolah Anda akan menjadi jauh lebih efisien karena dipercepat oleh suatu sistem terkomputerisasi. Apabila hal itu terwujud, sumber daya manusia yang selama ini digunakan untuk melakukan proses yang sifatnya manual dan berulang-ulang dapat dialihkan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.

Fasilitas-Fasilitas yang disediakan :

Setting Tahun Ajaran

Digunakan untuk mensetting tahun ajaran yang berlaku.

Master Siswa

Digunakan untuk mengisi master siswa yang berserta kriteria-kriteria pembayaran.

Pembayaran Uang Bangunan

Digunakan untuk proses pembayaran uang bangunan, disini anda bisa mencari siswa berdasarkan nis, nama dan kelas.

Pembayaran Uang S PP

Digunakan untuk proses pembayaran uang spp, disini akan dapat melihat histori pembayaran dan sisa pembayaran.

Laporan Uang SPP

Laporan Uang Bangunan

Biaya :

Paket I :

  • Pembuatan Software Aplikasi
  • Modul Panduan Pengoperasian
  • Rp. 2.000.000,-

Paket II :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Java Dasar (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 2.500.00,-

Paket III :

  • Pembuatan Program Aplikasi
  • Kursus Java Dasar (8 X Pertemuan)
  • Langkah Pembuatan Program Aplikasi (8 X Pertemuan)
  • Panduan Pengoperian Sistem Aplikasi
  • Rp. 3.500.00,-

Manajemen IP Address

•October 27, 2008 • 1 Comment

IP address yang merupakan tulang punggung Internet adalah sumber daya Internet yang jumlahnya terbatas dan perlu dilakukan konservasi dengan melakukan manajemen terhadap IP address ini. Hal yang perlu dilakukan oleh para engineer dalam upaya untuk lebih mendayagunakan penggunaan IP address adalah dengan merancang suatu network plan yang benar.

Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu network plan dalam pengalokasian IP address adalah :

a) Penggunaan name based virtual host untuk webserver.

b) Penggunaan IP unnumbered

c) Penggunaan Network Address Translation (NAT)


A. Penggunaan Name Based Virtual

Pada penggunaan untuk webserver dikenal dua metode, yaitu menggunakan IP based virtual host dan name-based virtual host. Agar dapat menggunakan name based virtual host memerlukan syarat yaitu: client harus mendukung protokol http/1.1. Protokol http/1.1 diatur dalam RFC 2068, dimana perbedaan antara http/1.1 dengan http/1.0 diantaranya adalah mendukung name based virtual host serta penggunaan hubungan persistent. Jika http/1.0 membutuhkan sebuah koneksi TCP untuk setiap permintaan url, maka http/1.1 dapat menggunakan sebuah koneksi TCP saja untuk beberapa permintaan url. Server http/1.1 dapat mengasumsikan bahwa hubungan yang digunakan dengan client http/1.1 adalah hubungan persistent, kecuali jika client menyatakan tidak hendak menggunakan hubungan persistent. Dalam mekanisme ini, server dan client dapat mengirim sinyal untuk menutup koneksi TCP menggunakan header connection: close. Setelah sinyal ini dikirim, cleint tidak boleh lagi mengirim request ke server. Server atau client yang berhubungan menggunakan protokol http dengan versi lebih rendah dari 1.1 harus tidak mengasumsikan terjadinya hubungan persistent kecuali dinyatakan dengan jelas melalui sinyal connection: keep-alive. Hubungan persistent juga mendukung request yang di ‘pipeline’, yaitu client mengirimkan beberapa request sekaligus tanpa menunggu response selesai datang dari server. Server yang menerima request yang di ‘pipeline’ harus memberikan jawaban sesuai urutan request.

Keuntungan menggunakan name-based virtual host adalah :

- Mudah dikonfigurasi.

- Tidak membutuhkan tambahan baik software maupun hardware.

Kelemahan menggunakan name-based virtual host adalah:

- Klien harus support protokol http/1.1

Untuk Network yang menginginkan untuk menggunakan IP based lebih dari /22 (4 Blok kelas C atau setara dengan 1022 host address) harus melaporkan url dari customernya keRegistraries, misalnya ke : ARIN, RIPE, dan APNIC.

Untuk menggunakan name based virtual host caranya sangat mudah, anda hanya perlu mengeset pada file konfigurasi di Apache dalam hal ini http.conf atau srm.conf. Sebagai contoh anda ingin mengeset domain www.domain.or.id dan www.worldwide.web.id untuk di arahkan ke IP address 192.168.132.11 maka konfigurasinya adalah sebagai berikut:

NameVirtualHost 192.168.132.11

<VirtualHost 192.168.132.11>

ServerName www.domain.or.id

DocumentRoot /van/www/domain

</VirtualHost>

<VirtualHost 192.168.132.11>

ServerName www.worldwide.web.id

DocumentRoot /van/www/worldwide

</VirtualHost>

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Virtual Web Host anda bisa mengunjungi situs Apache (http://www.apache.org) dan http://www.w3.org, sedangkan untuk informasi mengenai standar HTTP 1.1, dapat anda lihat pada http://www.w3.org/Protocols.

B. IP Unnumbered

IP Unnumbered adalah suatu metode untuk mengaktifkan IP processing pada suatu serial interface tanpa memberikan IP address terhadapnya. Metode ini sangat baik dalam rangka untuk konservasi IP address.

Contoh konfigurasi:

Konfigurasi di bawah berdasarkan pada software Cisco IOS versi 12.0(10).

Major Net sama, Subnets berbeda

Router 1.1.1.1#show ip route 171.68.0.0/26 is subnetted, 3 subnets

I 171.68.179.0 [100/8976] via 171.68.179.1, 00:00:02, Serial0

C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0

I 171.68.0.0 [100/8976] via 171.68.179.1, 00:00:02, Serial0

Router 1.1.1.1#ping 171.68.179.1

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.179.1, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/30/32 ms

Router 2.2.2.2#show ip route

171.68.0.0/26 is subnetted, 3 subnets

C 171.68.179.0 is directly connected, Ethernet0

I 171.68.178.192 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:02, Serial0

I 171.68.0.0 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:02, Serial0

Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 32/32/32 ms

Major Net berbeda, tanpa subnet

Router 1.1.1.1#show ip route

C 171.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0

I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:01:26, Serial0

Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/28/28 ms

Router 2.2.2.2#show ip route

I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:21, Serial0

C 172.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0

Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/29/32 ms

Major Net dengan subnet, Major Net tanpa Subnet

171.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets

C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0

I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:03, Serial0

Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/31/32 ms

Router 2.2.2.2#show ip route

171.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

I 171.68.178.192/32 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:48, Serial0

I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:48, Serial0

C 172.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0

Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/29/32 ms

Two Different Major Nets and Their Respective Subnets

Router 1.1.1.1#show ip route

171.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets

C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0

172.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:02, Serial0

I 172.68.1.0/32 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:02, Serial0

Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 32/81/280 ms

Router 2.2.2.2#show ip route

171.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks

I 171.68.178.192/32 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:22, Serial0

I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:22, Serial0

172.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets

C 172.68.1.0 is directly connected, Ethernet0

Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/31/32 ms

C. Network Address Translation (NAT)

Network Address Translation (NAT) adalah suatu metode yang mengijinkan client yang tidak mempunyai IP non-routable dapat koneksi ke Internet. Sebuah router yang dikonfigurasi menggunakan NAT paling sedikit mempunyai satu interface untuk koneksi ke Internet dan satu interface juga ke Local Area Network (LAN). Ketika suatu paket meninggalkan LAN, NAT menerjemahkan IP address non-routable menjadi IP address yang valid, begitupula sebaliknya apabila ada paket yang memasuki LAN, NAT akan menerjemahkan IP address valid dan routable menjadi IP address yang non-routable. Contoh:

Contoh 1:

Host A mengirim permintaan request web ke host C yang mempunyai IP valid, permintaan tersebut kemudian diterima oleh router, dan router tersebut kemudian mengecek pada tabel NAT. Router kemudian menerjemahkan IP address host A (192.168.1.94) ke IP address yang valid yaitu 203.102.2.2, dan ketika Host B mengirim permintaan request web ke host C, permintaan tersebut kemudian diterima oleh router dan router tersebut kemudian mengecek pada tabel NAT, setelah itu router kemudian menerjemahkan IP address host B (192.168.1.95) ke IP address yang valid yaitu 203.102.2.3, dan sebaliknya ketika host A (192.168.1.94) mengirimkan packet ke host B

(192.168.1.95), router hanya memforward packet tersebut tanpa melakukan pengubahan IP address terhadapnya.

Overload

Overload digunakan pada router pada saat anda menginginkan untuk menghemat IP address. Overload mengijinkan router untuk menggunakan IP address yang sama untuk beberapa local address. Router mentranslasikan sebuah packet dari host A (192.168.1.94) ke IP address yang valid (203.102.2.2) pada port 1723, dan router juga mentranslasikan sebuah packet dari host B (192.168.1.95) ke IP address yang valid (203.102.2.3) pada port 1024.

Begitu juga sebaliknya, ketika host tujuan merespon ke router (SA – 203.16.4.17:80 sampai 203.102.2.2:1723), router kemudian mentranslasikan IP address yang valid (203.102.2.2:1723) ke local address (198.168.1.94:1723) berdasarkan tabel NAT.

Dynamic Inside Source Translation

Pada contoh di bawah adalah menerjemahkan semua source address yang sesuai dengan access list 1 (mempunyai SA dari 192.168.1.0/2) ke sebuah alamat yang dinamakan net-208 (IP 171.69.233.208 sampai 171.69.233.233) ip nat pool net-208 171.69.233.208 171.69.233.233 netmask 255.255.255.240 ip nat inside source list 1 pool net-208! interface bri0 ip address 171.69.232.182 255.255.255.240 ip nat outside ! interface eth0

ip address 192.168.1.94 255.255.255.0 ip nat inside access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255

Static Inside Source Address Translation

Pada contoh di bawah adalah menerjemahkan dari static local ke alamat valid (valid global address).

ip nat inside source static 192.168.1.94 171.69.233.208

!

interface bri0

ip nat outside

!

interface eth0

ip nat outside

Overload an Inside Global Address

Pada contoh di bawah adalah membuat sekumpulan alamat yang dinamakan net-208 (yang dimulai dari IP 171.69.233.208 sampai 171.69.233.233). Access list 1 mengijinkan paket yang mempunyai source address 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255, dengan demikian Router mengijinkan multiple local address (IP dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255) untuk menggunakan alamat IP global yang sama.

ip nat pool net-208 171.69.233.208 171.69.233.233 netmask 255.255.255.240

ip nat inside source list 1 pool net-208 overload

interface serial0

ip address 171.69.232.182 255.255.255.240

ip nat outside

!

interface eth0

ip address 192.168.1.94 255.255.255.0

ip nat inside

!

access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255

Beberapa instruksi yang bisa digunakan untuk memaintain & monitor NAT

- clear ip nat translation *, perintah ini digunakan untuk menghilangkan semua catatan

dynamic address translation dari tabel NAT Translation.

- clear ip nat translation inside global-ip local-ip [outside local-ip global-ip], perintah ini digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk inside address atau untuk inside maupun outside translation.

- clear ip nat translation outside local-ip global-ip, perintah ini digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk outside translation.

- clear ip nat translation protocol inside global-ip global-port local-ip local-port [outside local-ip local-port global-ip global-port], perintah ini digunakan untuk menghilangkan suatu

catatan extended dynamic translation.

- show ip nat translations, perintah ini digunakan untuk menampilkan translations yang aktif. show ip nat statistics, perintah ini digunakan untuk menampilkan statistik translation. Informasi lebih lanjut mengenai NAT, anda bisa mendapatkan informasi tentang NAT ini pada url :

berikut ini: http://cco.cisco.com/warp/public/458/41.html dan

http://www.cisco.com/warp/public/701/60.html#HDT3.Irvan

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Pendekatan Sistem dan Teknologi Informasi

•September 19, 2008 • 6 Comments

PENDEKATAN SISTEM

A. Sistem Informasi Akuntansi dan Lingkungan Bisnis

Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials,  equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991). Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi, menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe  transaksi dasar adalah:

(1) Penjualan produk atau jasa,

(2) Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier,

(3) Penerimaan kas,

(4) Pengeluaran kas kepada suplier,

(5) Pengeluaran kas gaji karyawan. Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi

akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan.Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson (1993): Continue reading ‘SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Pendekatan Sistem dan Teknologi Informasi’

Membuat database yang sederhana untuk suatu sistem informasi akademis

•September 17, 2008 • Leave a Comment

Penentuan Entities

  • Mahasiswa : menyimpan semua informasi pribadi mengenai semua mahasiswa
  • Dosen : menyimpan semua informasi pribadi mengenai semua dosen
  • Mata_kuliah : menyimpan semua informasi mengenai semua mata kuliah yang ditawarkan
  • Ruang : menyimpan semua informasi mengenai ruang kelas yang digunakan

Penentuan attributes

  • Mahasiswa :

nim : nomor induk mahasiswa (integer)
nama_mhs : nama lengkap mahasiswa (string)
alamat_mhs : alamat lengkap mahasiswa (string)

  • Dosen :

nip : nommor induk pegawai (integer) PK
nama_dosen : nama lengkap dosen (string)
alamat_dosen : alamat lengkap dosen (string)

  • Mata_kuliah :

kode_mk : kode mata kuliah (integer) PK
nama_mk : nama lengkap mata kuliah (string)
deskripsi_mk : deskripsi singkat mengenai mata kuliah (string)

  • Ruang :

kode_ruang : kode untuk ruang kelas (string) PK
lokasi_ruang : deskripsi singkat mengenai ruang kelas (string)
kapasitas_ruang : banyaknya mahasiswa yang dapat ditampung (integer)

Penentuan Ralationships

Hubungan :

  • Ruang digunakan untuk Mata_kuliah :
    Table utama : Ruang
    Table kedua : Mata_kuliah
    Relationship :One-to-One (1:1)
    Attribute penghubung : kode_ruang (FK kode_ruang di Mata_kuliah)
  • Dosen mengajar Mata_kuliah :
    Table utama : Dosen
    Table kedua : Mata_kuliah
    Relationship : One-to-many (1:n)
    Attribute penghubung : nip (FK nip di Mata_kuliah)
  • Mahasiswa mengambil Mata_kuliah :
    Table utama : Mahasiswa, Mata_kuliah
    Table kedua : mhs_ambil_mk
    Relationship : many-to-many (m:n)
    Attribute penghubung : nim, kode_mk (FK nim, kode_mk di mhs_ambil_mk)
  • Dosen membimbing Mahasiswa :
    Table utama : Dosen
    Table kedua : Mahasiswa
    Relationship : One-to-many (1:n)
    Attribute penghubung : nip (FK nip di Mahasiswa)

EER (Enhanced Entity Relationship) Diagram:

ER Diagram alternatif:

ENTITY RELATIONSHIP

•September 17, 2008 • Leave a Comment

ENTITY RELATIONSHIP

Entity relationship adalah jaringan yang menggunakan
susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak.
Entity-relationship dari model terdiri dari unsur-unsur entity
dan relationship antara entity-entitiy tersebut.

KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP
1. Entitas, suatu kumpulan object atau sesuatu yang dapat
dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik.
Kumpulan entitas yang sejenis disebut entity set.
2. Relationship, hubungan yang terjadi antara satu entitas
atau lebih.
3. Atribut, kumpulan elemen data yang membentuk suatu
entitas.

Mapping

Kardinalitas Pemetaan menunjukkan jumlah entitas
yang dapat dihubungkan ke satu entitas lain dengan
satu relationship

Jenis-jenis Kardinalitas Pemetaan:
1. Hubungan satu ke satu (one to one)
2. Hubungan satu ke banyak (one to many)
3. Hubungan banyak ke satu (many to one)
4. Hubungan banyak ke banyak (many to many)

DIAGRAMENTITY-RELATIONSHIP (DIAGRAME-R)

Notasi-notasi simbolik di dalam diagram E-R yang dapat digunakan adalah:

 Persegi panjang, menunjukkan objek dasar/himpunan
entitas
 Lingkaran/elips, menyatakan atribut (atribut yg berfungsi
sebagai key digarisbawahi)
 Belah ketupat (diamon), menyatakan Himpunan Relasi
 Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Relasi
dengan Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas
dengan Atributnya

TAHAPAN PEMBUATAN DIAGRAM E-R

 Ada 2 kelompok pentahapan yang biasa ditempuh, yaitu:
1. Tahap pembuatan Diagram E-R awal (preliminary
design).
2. Tahap otimasi Diagram E-R (final design)
 Tahap pertama adalah untuk mendapatkan rancangan basis
data minimal yang dapat mengakomodasi kebutuhan
penyimpanan data terhadap sistem yang sedang ditinjau.
 Tahap kedua, memperhatikan aspek-aspek efisiensi,
performansi dan fleksibilitas

Pembuatan Diagram E-R Awal

Langkah-langkah teknis untuk membuat Diagram E-R Awal
adalah:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan
entitas yang akan terlibat.
2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing
himpunan entitas.
3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan
relasi diantara himpunan entitas-himpunan entitas yang
ada beserta foreign-key-nya.
4. Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap
himpunan.
5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi
dengan atribut-atribut deskriptif (non-key).

Studi Kasus

 Dalam lingkup sistem perkuliahan sesungguhnya (real
word) ada banyak sekali entitas yang bisa kita libatkan
seperti Mahasiswa, Kuliah, Pratikum, Dosen, Asisten,
Ruang, Jurusan, Literarur dan lain-lain.
 Buatlah Diagram E-R untuk sistem perkuliahan
tersebut.

Langkah ke-1, Identifikasi dan menetapkan seluruh
himpunan entitas yang akan terlibat.

Langkah ke-2, Menentukan atribut-atribut key dari
masing-masing himpunan entitas

Langkah ke-3, Mengidentifikasi dan menetapkan
seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitashimpunan
entitas yang ada beserta foreign-key-nya

Langkah ke-4, Menentukan derajat/kardinalitas relasi
untuk setiap himpunan relasi.

Langkah ke-5, Melengkapi himpunan entitas dan
himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (nonkey)

DIAGRAM E-R DENGAN KAMUS DATA

 Objektif utama dari pembautan Diagram E-R adalah
untuk menunjukkan objek-objek (himpunan entitas) apa
saja yang ingin dilibatkan dalam sebuah basis data dan
bagaimana hubungan yang terjadi di antara objek-objek
tersebut.
 Pada sebuah sistem yang ruang lingkupnya lebar dan
kompleks, penggambaran atribut-atribut dalam sebuah
diagram E-R sering kali malah mengganggu objektif
yang ingin dicapai tersebut.
 Pemisahan atribut-atribut dari Diagram E-R dapat
dinyatakan dalam sebuah Kamus Data

 Kamus Data berisikan daftar atribut yang diapit kurung
kurawal ( { dan } ).
 Atribut yang berfungsi sebagai key dibedakan dengan
yang non-key dengan mengarisbawahi atribut tersebut

Kamus Data:
 Mahasiswa = { nim, nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir }
 Kuliah = { kode_kul, nama_kul, sks, semester }
 Dosen = { nama_dos, alamat_dos }
 Mempelajari = { nim, kode_kul, indeks_nil }
 Mengajar = { kode_kul, nama_dos, waktu, tempat }

VARIAN ENTITAS

 Terdapat 2 (dua) varian yang menyatakan himpunan entitas,
yaitu:
1. Himpunan Entitas Kuat/Bebas (Strong Entity Sets).
Himpunan entitas ini tidak memiliki ketergantungan
dengan himpunan entitas lainnya atau berdiri sendiri 
digambarkan dengan empat persegi panjang.
2. Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity Set).
Berisi entitas-entias yang kemunculannya tergantung
pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap
entitas kuas (strong entity). Bisanya tidak memiliki
atribut sebagai key  digambarkan dengan empat
persegi panjang bertumpuk.

Contoh:

Pada studi kasus sebelumya, himpunan entitas Mahasiswa, Dosen dan
Kuliah digolongkan sebagai entitas kuat, yang masing-masing berdiri
sendiri.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.