PEMBUATAN WIRELESS LAN HARGA TERJANGKAU DAN SERVIS MEMUASKAN
Harga Call
MELIPUTI SETTING LAN, SETTING KONEKSI INTERNET, MAINTENANCE DLL.

PEMBUATAN WIRELESS LAN HARGA TERJANGKAU DAN SERVIS MEMUASKAN
Harga Call
MELIPUTI SETTING LAN, SETTING KONEKSI INTERNET, MAINTENANCE DLL.
PEMBUATAN WARNET DENGAN HARGA TERJANGKAU DAN SERVIS MEMUASKAN
PAKET MURAH 5 PC=12, 5JT; 6PC=14, 5JT; 7PC=16, 5JT; 8PC=18, 5JT; 9PC=20, 5JT; 10PC=22, 5JT
MELIPUTI PENGURUSAN IZIN, SETTING LAN, SETTING KONEKSI INTERNET, INSTALASI PROGRAM APLIKASI, BILLING, ANTI VIRUS DLL.
Apliksi Perpustakaan adalah sistem yang berfungsi untuk pengolahan data perpustakaan dari stok buku-buku yang tersedia, pengunjung sampai yang melakukan peminjaman dan pengembalian buku yang dipinjam. Sistem ini bersifat client-server karena menggunakan database MySQL sehingga untuk mengembangan jaringan akan lebih mudah untuk diimplementasikan.
Dengan menggunakan sistem aplikasi ini kemudahan proses pengelolaan data perpustakaan dan pengontrolannya akan lebih mudah. Setiap data stok buku,pengunjung dan peminjam.
Maksud Dan Tujuan
1. Meningkatkan layanan perpustakaan kepada siswa, guru maupun pegawai sekolah
2. Membantu memonitoring pengelolaan perpustakaan
3. Membantu membuat laporan perpustakaan setiap jangka waktu tertentu
4. Meningkatkan proses pengelolaan perpustakaan.
Manfaat Bagi Sekolah
1. Mendapatkan Laporan yang komprehensif tentang penglolaan perpustakaan
2. Memudahkan pegawai perpustakaan dalam mencari data-data buku, peminjaman,
pengembalian buku maupun dalam pengelolaan perpustakaan yang lainnya.
3. Menyajikan informasi yang dibutuhkan sekolah tentang perpustakaan yang telah
ada secara cepat dan akurat.
4. Terhindar dari kehilangan data buku, data anggota data peminjaman buku.
APLIKASI PERPUSTAKAAN
· Modul Data Anggota, digunakan untuk mengelola data anggota perpustakaan. Dari input, mengubah serta menghapus data anggota
perpustakaan.
· Modul Data Buku dan Inventaris, digunakan untuk mengelola data buku serta data barang inventaris yang dimiliki dan diperoleh perpustakaan
yang meliputi
input, mengubah, menghapus, mencari serta dapat menampilkan katalog buku yang dimiliki perpustakaan.
· Modul Peminjaman dan Pengembalian, digunakan untuk mengelola transaksi dari perpustakaan dari peminjaman serta pengembalian buku.
· Modul Report/Laporan, digunakan untuk menampilkan laporan peminjaman, data buku yang telah dikembalikan serta data barang inventaris
yang menjadibahan pustaka.
· Modul Administration User, digunakan utnuk mengelola data user yang diizinkan untuk mengakses aplikasi ini dari menambahkan user dan
menghapus data user yang hanya dapat dilakukan menggunakan akses admin serta mengubah data user.
· Modul Setting dan Referensi, digunakan untuk pengaturan kebijakan yang dimiliki oleh perpustakaan dari lama peminjaman, denda
keterlambatan pengembalian, referensi letak buku, referensi kelas dan jurusan dari anggota perpustakaan.
Spesifikasi dan Konfigurasi Sistem
Spesifikasi aplikasi Perpustakaan :
· Desktop Application with Java Language (JDK dan JRE)
· Database PostgreSQL
· Operating Sistem : Windows (98/2000/XP/Vista) atau Linux + Xwindows.
Untuk mengoptimalkan sistem yang dipakai, perlu didukung dengan teknologi yang
handal dan perangkat keras yang memadai dengan spesifikasi komputer minimal :
· RAM 256 MB
· Harddisk 40 GB
· Screen Resolusi Monitor 1024 x 768
· Pheriperal utama (CPU, Monitor, Keyboard, Mouse), pendukung (printer)
Biaya :
Paket I :
Paket II :
Paket III :
Sistem Informasi Penerimaan siswa Baru (SIM PSB) adalah sistem yang berfungsi untuk pengolahan data calon siswa baik tamu pengunjung, calon siswa daftar, serta calon siswa yang melakukan registrasi. Sistem ini bersifat client-server karena menggunakan database MySQL sehingga untuk mengembangan jaringan akan lebih mudah untuk diimplementasikan.
Dengan menggunakan sistem aplikasi ini kemudahan proses pengelolaan data calon siswa baru dan pengontrolannya akan lebih mudah. Setiap jurusan dapat mengetahui keadaan data pengunjung, daftar, dan registrasi berdasarkan jurusannya.
Fasilitas yang dimiliki :
1. Company Profile
Company Profile adalah gambaran singkat instansi / perguruan tinggi yang menggunakan sistem informasi ini. Company profile berisi gambaran singkat sejarah instansi, susunan pengurus, jurusan/program studi, akreditasi, dan lain-lain
2. Data Calon siswa /pengunjung
Fasilitas ini digunakan ketika calon siswa baru datang , sehingga kondisi siswa yang datang berkunjung dapat secara real time diketahui. Fasilitas ini juga digunakan untuk proses pelaporan kepada unit atau bagian yang bertanggunggung jawab melaksanakan Penerimaan siswa Baru (PSB).
3. Proses Pembuatan Kwitansi
Fasilitas yang disediakan untuk pembuatan kwitansi pendaftaran calon siswa baru. Dengan menggunakan fasilitas ini proses pembuatan kwitansi secara manual dapat di minimalisir.
gambar di bawah merupakan contoh kwitansi pendaftaran calon siswa baru yang langsung dapat dicetak dan diserahkan kepada calon siswa baru.
4. Laporan Pengunjung /tamu
Fasilitas ini digunakan untuk mengetahui keadaan pengunjung berdasarkan hari/tanggal, jurusan/program studi, status pendaftaran, dsb sehingga proses pelaporan kepada pimpinan akan lebih mudah untuk dilakukan. Selain kelebihan tersebut kebutuhan pada kertas untuk arsip akan lebih dapat diminimalisir karena data sudah terkomputerisasi.
5. Laporan Registrasi siswa Baru
Fasilitas ini disediakan untuk proses pencatatan dan pembuatan kwitansi calon siswa yang melakukan registrasi. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan persyatan keuangan calon siswa baru baik yang sudah lunas ataupun yang masih menunggak.
gambar dibawah merupakan contoh kwitansi registrasi calon siswa baru yang secara langsung dapat di print dan serahkan kepada calon siswa baru.
6. Pencarian data
Fasilitas ini disediakan untuk mempermudah user atau pengguna ketika akan melakukan proses pencarian data. Proses pencarianpun dapat dilakukan dengan berbagai metode atau cara misalnya pencarian data calon siswa berdasarkan nomor pendaftaran, nama calon siswa, berdasarkan kabupaten/kota asal, berdasarkan tanggal kunjungan atau berdasarkan sumber informasi instansi.
Biaya :
Paket I :
Paket II :
Paket III :
istem Informasi Pembayaran Uang Sekolah(SPUS) adalah sebuah perangkat lunak berbasis desktop yang bermanfaat untuk membantu proses pembayaran uang sekolah. SPUS digunakan dengan memaksimalkan penggunaan fasilitas komputer pada suatu sekolahl, baik untuk proses pembayaran, mencatat uang sekolah, membuat laporan uang spp dan bangunan, serta membuat laporan tunggakan.
Dengan adanya program ini, diharapkan proses pembayaran uang sekolah pada sekolah Anda akan menjadi jauh lebih efisien karena dipercepat oleh suatu sistem terkomputerisasi. Apabila hal itu terwujud, sumber daya manusia yang selama ini digunakan untuk melakukan proses yang sifatnya manual dan berulang-ulang dapat dialihkan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.
Fasilitas-Fasilitas yang disediakan :
Setting Tahun Ajaran
Digunakan untuk mensetting tahun ajaran yang berlaku.
Master Siswa
Digunakan untuk mengisi master siswa yang berserta kriteria-kriteria pembayaran.
Pembayaran Uang Bangunan
Digunakan untuk proses pembayaran uang bangunan, disini anda bisa mencari siswa berdasarkan nis, nama dan kelas.
Pembayaran Uang S PP
Digunakan untuk proses pembayaran uang spp, disini akan dapat melihat histori pembayaran dan sisa pembayaran.
Laporan Uang SPP
Laporan Uang Bangunan
Biaya :
Paket I :
Paket II :
Paket III :
IP address yang merupakan tulang punggung Internet adalah sumber daya Internet yang jumlahnya terbatas dan perlu dilakukan konservasi dengan melakukan manajemen terhadap IP address ini. Hal yang perlu dilakukan oleh para engineer dalam upaya untuk lebih mendayagunakan penggunaan IP address adalah dengan merancang suatu network plan yang benar.
Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu network plan dalam pengalokasian IP address adalah :
a) Penggunaan name based virtual host untuk webserver.
b) Penggunaan IP unnumbered
c) Penggunaan Network Address Translation (NAT)
A. Penggunaan Name Based Virtual
Pada penggunaan untuk webserver dikenal dua metode, yaitu menggunakan IP based virtual host dan name-based virtual host. Agar dapat menggunakan name based virtual host memerlukan syarat yaitu: client harus mendukung protokol http/1.1. Protokol http/1.1 diatur dalam RFC 2068, dimana perbedaan antara http/1.1 dengan http/1.0 diantaranya adalah mendukung name based virtual host serta penggunaan hubungan persistent. Jika http/1.0 membutuhkan sebuah koneksi TCP untuk setiap permintaan url, maka http/1.1 dapat menggunakan sebuah koneksi TCP saja untuk beberapa permintaan url. Server http/1.1 dapat mengasumsikan bahwa hubungan yang digunakan dengan client http/1.1 adalah hubungan persistent, kecuali jika client menyatakan tidak hendak menggunakan hubungan persistent. Dalam mekanisme ini, server dan client dapat mengirim sinyal untuk menutup koneksi TCP menggunakan header connection: close. Setelah sinyal ini dikirim, cleint tidak boleh lagi mengirim request ke server. Server atau client yang berhubungan menggunakan protokol http dengan versi lebih rendah dari 1.1 harus tidak mengasumsikan terjadinya hubungan persistent kecuali dinyatakan dengan jelas melalui sinyal connection: keep-alive. Hubungan persistent juga mendukung request yang di ‘pipeline’, yaitu client mengirimkan beberapa request sekaligus tanpa menunggu response selesai datang dari server. Server yang menerima request yang di ‘pipeline’ harus memberikan jawaban sesuai urutan request.
Keuntungan menggunakan name-based virtual host adalah :
- Mudah dikonfigurasi.
- Tidak membutuhkan tambahan baik software maupun hardware.
Kelemahan menggunakan name-based virtual host adalah:
- Klien harus support protokol http/1.1
Untuk Network yang menginginkan untuk menggunakan IP based lebih dari /22 (4 Blok kelas C atau setara dengan 1022 host address) harus melaporkan url dari customernya keRegistraries, misalnya ke : ARIN, RIPE, dan APNIC.
Untuk menggunakan name based virtual host caranya sangat mudah, anda hanya perlu mengeset pada file konfigurasi di Apache dalam hal ini http.conf atau srm.conf. Sebagai contoh anda ingin mengeset domain www.domain.or.id dan www.worldwide.web.id untuk di arahkan ke IP address 192.168.132.11 maka konfigurasinya adalah sebagai berikut:
NameVirtualHost 192.168.132.11
<VirtualHost 192.168.132.11>
ServerName www.domain.or.id
DocumentRoot /van/www/domain
</VirtualHost>
<VirtualHost 192.168.132.11>
ServerName www.worldwide.web.id
DocumentRoot /van/www/worldwide
</VirtualHost>
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Virtual Web Host anda bisa mengunjungi situs Apache (http://www.apache.org) dan http://www.w3.org, sedangkan untuk informasi mengenai standar HTTP 1.1, dapat anda lihat pada http://www.w3.org/Protocols.
B. IP Unnumbered
IP Unnumbered adalah suatu metode untuk mengaktifkan IP processing pada suatu serial interface tanpa memberikan IP address terhadapnya. Metode ini sangat baik dalam rangka untuk konservasi IP address.
Contoh konfigurasi:
Konfigurasi di bawah berdasarkan pada software Cisco IOS versi 12.0(10).
Major Net sama, Subnets berbeda
Router 1.1.1.1#show ip route 171.68.0.0/26 is subnetted, 3 subnets
I 171.68.179.0 [100/8976] via 171.68.179.1, 00:00:02, Serial0
C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0
I 171.68.0.0 [100/8976] via 171.68.179.1, 00:00:02, Serial0
Router 1.1.1.1#ping 171.68.179.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.179.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/30/32 ms
Router 2.2.2.2#show ip route
171.68.0.0/26 is subnetted, 3 subnets
C 171.68.179.0 is directly connected, Ethernet0
I 171.68.178.192 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:02, Serial0
I 171.68.0.0 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:02, Serial0
Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 32/32/32 ms
Major Net berbeda, tanpa subnet
Router 1.1.1.1#show ip route
C 171.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0
I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:01:26, Serial0
Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/28/28 ms
Router 2.2.2.2#show ip route
I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:21, Serial0
C 172.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0
Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/29/32 ms
Major Net dengan subnet, Major Net tanpa Subnet
171.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets
C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0
I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:03, Serial0
Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/31/32 ms
Router 2.2.2.2#show ip route
171.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
I 171.68.178.192/32 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:48, Serial0
I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:48, Serial0
C 172.68.0.0/16 is directly connected, Ethernet0
Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/29/32 ms
Two Different Major Nets and Their Respective Subnets
Router 1.1.1.1#show ip route
171.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets
C 171.68.178.192 is directly connected, Ethernet0
172.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
I 172.68.0.0/16 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:02, Serial0
I 172.68.1.0/32 [100/8976] via 172.68.1.1, 00:00:02, Serial0
Router 1.1.1.1#ping 172.68.1.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 172.68.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 32/81/280 ms
Router 2.2.2.2#show ip route
171.68.0.0/16 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
I 171.68.178.192/32 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:22, Serial0
I 171.68.0.0/16 [100/8976] via 171.68.178.196, 00:00:22, Serial0
172.68.0.0/26 is subnetted, 1 subnets
C 172.68.1.0 is directly connected, Ethernet0
Router 2.2.2.2#ping 171.68.178.196
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 171.68.178.196, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 28/31/32 ms
C. Network Address Translation (NAT)
Network Address Translation (NAT) adalah suatu metode yang mengijinkan client yang tidak mempunyai IP non-routable dapat koneksi ke Internet. Sebuah router yang dikonfigurasi menggunakan NAT paling sedikit mempunyai satu interface untuk koneksi ke Internet dan satu interface juga ke Local Area Network (LAN). Ketika suatu paket meninggalkan LAN, NAT menerjemahkan IP address non-routable menjadi IP address yang valid, begitupula sebaliknya apabila ada paket yang memasuki LAN, NAT akan menerjemahkan IP address valid dan routable menjadi IP address yang non-routable. Contoh:
Contoh 1:
Host A mengirim permintaan request web ke host C yang mempunyai IP valid, permintaan tersebut kemudian diterima oleh router, dan router tersebut kemudian mengecek pada tabel NAT. Router kemudian menerjemahkan IP address host A (192.168.1.94) ke IP address yang valid yaitu 203.102.2.2, dan ketika Host B mengirim permintaan request web ke host C, permintaan tersebut kemudian diterima oleh router dan router tersebut kemudian mengecek pada tabel NAT, setelah itu router kemudian menerjemahkan IP address host B (192.168.1.95) ke IP address yang valid yaitu 203.102.2.3, dan sebaliknya ketika host A (192.168.1.94) mengirimkan packet ke host B
(192.168.1.95), router hanya memforward packet tersebut tanpa melakukan pengubahan IP address terhadapnya.
Overload
Overload digunakan pada router pada saat anda menginginkan untuk menghemat IP address. Overload mengijinkan router untuk menggunakan IP address yang sama untuk beberapa local address. Router mentranslasikan sebuah packet dari host A (192.168.1.94) ke IP address yang valid (203.102.2.2) pada port 1723, dan router juga mentranslasikan sebuah packet dari host B (192.168.1.95) ke IP address yang valid (203.102.2.3) pada port 1024.
Begitu juga sebaliknya, ketika host tujuan merespon ke router (SA – 203.16.4.17:80 sampai 203.102.2.2:1723), router kemudian mentranslasikan IP address yang valid (203.102.2.2:1723) ke local address (198.168.1.94:1723) berdasarkan tabel NAT.
Dynamic Inside Source Translation
Pada contoh di bawah adalah menerjemahkan semua source address yang sesuai dengan access list 1 (mempunyai SA dari 192.168.1.0/2) ke sebuah alamat yang dinamakan net-208 (IP 171.69.233.208 sampai 171.69.233.233) ip nat pool net-208 171.69.233.208 171.69.233.233 netmask 255.255.255.240 ip nat inside source list 1 pool net-208! interface bri0 ip address 171.69.232.182 255.255.255.240 ip nat outside ! interface eth0
ip address 192.168.1.94 255.255.255.0 ip nat inside access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Static Inside Source Address Translation
Pada contoh di bawah adalah menerjemahkan dari static local ke alamat valid (valid global address).
ip nat inside source static 192.168.1.94 171.69.233.208
!
interface bri0
ip nat outside
!
interface eth0
ip nat outside
Overload an Inside Global Address
Pada contoh di bawah adalah membuat sekumpulan alamat yang dinamakan net-208 (yang dimulai dari IP 171.69.233.208 sampai 171.69.233.233). Access list 1 mengijinkan paket yang mempunyai source address 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255, dengan demikian Router mengijinkan multiple local address (IP dari 192.168.1.0 sampai 192.168.1.255) untuk menggunakan alamat IP global yang sama.
ip nat pool net-208 171.69.233.208 171.69.233.233 netmask 255.255.255.240
ip nat inside source list 1 pool net-208 overload
interface serial0
ip address 171.69.232.182 255.255.255.240
ip nat outside
!
interface eth0
ip address 192.168.1.94 255.255.255.0
ip nat inside
!
access-list 1 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Beberapa instruksi yang bisa digunakan untuk memaintain & monitor NAT
- clear ip nat translation *, perintah ini digunakan untuk menghilangkan semua catatan
dynamic address translation dari tabel NAT Translation.
- clear ip nat translation inside global-ip local-ip [outside local-ip global-ip], perintah ini digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk inside address atau untuk inside maupun outside translation.
- clear ip nat translation outside local-ip global-ip, perintah ini digunakan untuk menghilangkan catatan tabel NAT Translation untuk outside translation.
- clear ip nat translation protocol inside global-ip global-port local-ip local-port [outside local-ip local-port global-ip global-port], perintah ini digunakan untuk menghilangkan suatu
catatan extended dynamic translation.
- show ip nat translations, perintah ini digunakan untuk menampilkan translations yang aktif. show ip nat statistics, perintah ini digunakan untuk menampilkan statistik translation. Informasi lebih lanjut mengenai NAT, anda bisa mendapatkan informasi tentang NAT ini pada url :
berikut ini: http://cco.cisco.com/warp/public/458/41.html dan
http://www.cisco.com/warp/public/701/60.html#HDT3.Irvan
PENDEKATAN SISTEM
A. Sistem Informasi Akuntansi dan Lingkungan Bisnis
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu rerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 1991). Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi, menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe transaksi dasar adalah:
(1) Penjualan produk atau jasa,
(2) Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier,
(3) Penerimaan kas,
(4) Pengeluaran kas kepada suplier,
(5) Pengeluaran kas gaji karyawan. Sebagai pengolah transaksi, sistem informasi
akuntansi berperan mengatur dan mengoperasionalkan semua aktivitas transaksi perusahaan.Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari sistem pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan. Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. Konsep perancangan sistem seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip perusahaan. Berikut ini dasar-dasar yang perlu diperhatikan dalam prioritas perancangan sistem menurut Wilkinson (1993): Continue reading ‘SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Pendekatan Sistem dan Teknologi Informasi’
Penentuan Entities
Penentuan attributes
nim : nomor induk mahasiswa (integer)
nama_mhs : nama lengkap mahasiswa (string)
alamat_mhs : alamat lengkap mahasiswa (string)
nip : nommor induk pegawai (integer) PK
nama_dosen : nama lengkap dosen (string)
alamat_dosen : alamat lengkap dosen (string)
kode_mk : kode mata kuliah (integer) PK
nama_mk : nama lengkap mata kuliah (string)
deskripsi_mk : deskripsi singkat mengenai mata kuliah (string)
kode_ruang : kode untuk ruang kelas (string) PK
lokasi_ruang : deskripsi singkat mengenai ruang kelas (string)
kapasitas_ruang : banyaknya mahasiswa yang dapat ditampung (integer)
Penentuan Ralationships
Hubungan :
EER (Enhanced Entity Relationship) Diagram:
ER Diagram alternatif:
ENTITY RELATIONSHIP
Entity relationship adalah jaringan yang menggunakan
susunan data yang disimpan dari sistem secara abstrak.
Entity-relationship dari model terdiri dari unsur-unsur entity
dan relationship antara entity-entitiy tersebut.
KOMPONEN ENTITY RELATIONSHIP
1. Entitas, suatu kumpulan object atau sesuatu yang dapat
dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik.
Kumpulan entitas yang sejenis disebut entity set.
2. Relationship, hubungan yang terjadi antara satu entitas
atau lebih.
3. Atribut, kumpulan elemen data yang membentuk suatu
entitas.
Mapping
Kardinalitas Pemetaan menunjukkan jumlah entitas
yang dapat dihubungkan ke satu entitas lain dengan
satu relationship
Jenis-jenis Kardinalitas Pemetaan:
1. Hubungan satu ke satu (one to one)
2. Hubungan satu ke banyak (one to many)
3. Hubungan banyak ke satu (many to one)
4. Hubungan banyak ke banyak (many to many)
DIAGRAMENTITY-RELATIONSHIP (DIAGRAME-R)
Notasi-notasi simbolik di dalam diagram E-R yang dapat digunakan adalah:
Persegi panjang, menunjukkan objek dasar/himpunan
entitas
Lingkaran/elips, menyatakan atribut (atribut yg berfungsi
sebagai key digarisbawahi)
Belah ketupat (diamon), menyatakan Himpunan Relasi
Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Relasi
dengan Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas
dengan Atributnya
TAHAPAN PEMBUATAN DIAGRAM E-R
Ada 2 kelompok pentahapan yang biasa ditempuh, yaitu:
1. Tahap pembuatan Diagram E-R awal (preliminary
design).
2. Tahap otimasi Diagram E-R (final design)
Tahap pertama adalah untuk mendapatkan rancangan basis
data minimal yang dapat mengakomodasi kebutuhan
penyimpanan data terhadap sistem yang sedang ditinjau.
Tahap kedua, memperhatikan aspek-aspek efisiensi,
performansi dan fleksibilitas
Pembuatan Diagram E-R Awal
Langkah-langkah teknis untuk membuat Diagram E-R Awal
adalah:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan
entitas yang akan terlibat.
2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing
himpunan entitas.
3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan
relasi diantara himpunan entitas-himpunan entitas yang
ada beserta foreign-key-nya.
4. Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap
himpunan.
5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi
dengan atribut-atribut deskriptif (non-key).
Studi Kasus
Dalam lingkup sistem perkuliahan sesungguhnya (real
word) ada banyak sekali entitas yang bisa kita libatkan
seperti Mahasiswa, Kuliah, Pratikum, Dosen, Asisten,
Ruang, Jurusan, Literarur dan lain-lain.
Buatlah Diagram E-R untuk sistem perkuliahan
tersebut.
Langkah ke-1, Identifikasi dan menetapkan seluruh
himpunan entitas yang akan terlibat.
Langkah ke-2, Menentukan atribut-atribut key dari
masing-masing himpunan entitas
Langkah ke-3, Mengidentifikasi dan menetapkan
seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitashimpunan
entitas yang ada beserta foreign-key-nya
Langkah ke-4, Menentukan derajat/kardinalitas relasi
untuk setiap himpunan relasi.
Langkah ke-5, Melengkapi himpunan entitas dan
himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (nonkey)
DIAGRAM E-R DENGAN KAMUS DATA
Objektif utama dari pembautan Diagram E-R adalah
untuk menunjukkan objek-objek (himpunan entitas) apa
saja yang ingin dilibatkan dalam sebuah basis data dan
bagaimana hubungan yang terjadi di antara objek-objek
tersebut.
Pada sebuah sistem yang ruang lingkupnya lebar dan
kompleks, penggambaran atribut-atribut dalam sebuah
diagram E-R sering kali malah mengganggu objektif
yang ingin dicapai tersebut.
Pemisahan atribut-atribut dari Diagram E-R dapat
dinyatakan dalam sebuah Kamus Data
Kamus Data berisikan daftar atribut yang diapit kurung
kurawal ( { dan } ).
Atribut yang berfungsi sebagai key dibedakan dengan
yang non-key dengan mengarisbawahi atribut tersebut
Kamus Data:
Mahasiswa = { nim, nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir }
Kuliah = { kode_kul, nama_kul, sks, semester }
Dosen = { nama_dos, alamat_dos }
Mempelajari = { nim, kode_kul, indeks_nil }
Mengajar = { kode_kul, nama_dos, waktu, tempat }
VARIAN ENTITAS
Terdapat 2 (dua) varian yang menyatakan himpunan entitas,
yaitu:
1. Himpunan Entitas Kuat/Bebas (Strong Entity Sets).
Himpunan entitas ini tidak memiliki ketergantungan
dengan himpunan entitas lainnya atau berdiri sendiri
digambarkan dengan empat persegi panjang.
2. Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity Set).
Berisi entitas-entias yang kemunculannya tergantung
pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap
entitas kuas (strong entity). Bisanya tidak memiliki
atribut sebagai key digambarkan dengan empat
persegi panjang bertumpuk.
Contoh:
Pada studi kasus sebelumya, himpunan entitas Mahasiswa, Dosen dan
Kuliah digolongkan sebagai entitas kuat, yang masing-masing berdiri
sendiri.
Recent Comments